Legenda Air Terjun Putuk Truno

Letaknya berada di kaki Gunung Welirang dan Gunung Arjuno, sehingga akan memberikan suasana yang benar-benar adem dan juga menyegarkan. Ideal banget untuk kau yang hendak mencari udara segar melepaskan kepenatan dalam diri, atau mungkin cuma sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta. Melainkan sayangnya, ketika ini sebagian daerah tamasya di Kabupaten Pasuruan ada yang masih belum beroperasi seperti lazimnya. Begitupun halnya dengan Air Terjun Putuk Truno. Air terjun yang satu ini bersama dengan sebagian lokasi tamasya lainnya hingga akhir bulan Maret ini, belum dibuka seperti lazimnya.

Langkah hal yang demikian dikerjakan untuk menghindari penyebaran covid-19 kian melebar, nantikan isu berikutnya mengenai bukanya kembali obyek tamasya air yang satu ini.

Lokasi Putuk Truno

Lokasi Air Terjun Putuk Truno berada di Tretes, Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Letaknya berdampingan dengan Air Terjun Kakek Bodo, yaitu sekitar 2 km saja jaraknya. Rute menuju lokasi Air Terun Putuk Truno sekiranya bergerak dari Surabaya akan melalui Masid Cheng Ho, sesudah menemukan persimpangan jalan belok ke kanan menuju Tretes. Tidak jauh dari persimpangan jalan hal yang demikian kau akan menemukan perempatan, ambil ke arah kiri. Jalan yang dilewati telah beraspal dan benar-benar mulus. Sesudah melalui Taman Candra Wilwa Tikta, kau akan via jalan yang terus menanjak. Melainkan panorama di sepanjang jalan benar-benar adem dan asri.

Kau tinggal melaju lurus menelusuri jalan yang telah tersedia sampai hasilnya kau akan menemukan sebuah gapura yang bertuliskan “Selamat Datang Di Wilayah Liburan Prigen”.

Kembali kau akan menemukan persimpangan jalan, konsisten arahkan kendaraanmu untuk menuju Tretes dengan belok ke arah kiri. Tidak berjeda lama kemudian kau akan memperhatikan papan pedoman yang akan mengarahkanmu menuju Air Terjun Putuk Truno, yaitu belok ke kiri.

Kau akan menelusuri jalan menurun dengan situasi jalan yang cukup sempit, berhati-hatilah untuk kau yang mengaplikasikan kendaraan roda empat. Kemudian kau akan melajukan kendaraan di trek yang menanjak cukup jelas, pastikan kendaraanmu slot gacor hari ini dalam situasi prima lebih-lebih remnya ya.

Pintu masuk menuju Air Terjun Putuk Truno berada di sebelah kiri jalan, senantiasa konsentrasi agar tak terlewat ya. Sesudah memakirkan kendaraan kau seharusnya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Dari loket pintu masuk menuju Air Terjun Putuk Truno sekitar 400 meter saja, situasi jalan yang seharusnya kau lalui bawaan yang cukup tajam.

Jam Buka Putuk Truno
Jam operasional Air Terjun Putuk Truno dibuka tiap-tiap hari Senin sampai Pekan mulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00, tapi jalan masuk menuju lokasi air terjun akan ditutup pada pukul 16.00 petang.

Karcis Putuk Truno
Karcis masuk menuju wilayah tamasya Putuk Truno dengan membayar sebesar Rp. 18.000 per orang.

Untuk pengunjung yang membawa kendaraan, karenanya akan di kenakan tarif sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk kendaraan beroda empat.

Fasilitas Putuk Truno
Fasilitas lazim yang ada di Air Terjun Putuk Truno diantaranya:

Zona parkir yang luas
Mandi lazim
Gazebo atau daerah duduk
Kios makanan dan minuman
Resto

Legenda Air Terjun Putuk Truno
Terbukti Air Terjun Putuk Truno menaruh kisah cinta yang seperti itu kuat dan dalam. Kisah hal yang demikian adalah kisah cinta Joko Taruno terhadap Sri Gading Lestari. Cintanya hal yang demikian rupanya menerima konfrontasi dari sang ayah perempuan yang bernama Raden Arya Wiraraja, beliau adalah seorang adipati Madura. Raden Arya Wiraraja menyangkal keras kisah cinta mereka lantaran Joko Taruno bukanlah seorang ningrat, ia hanyalah seorang buah hati selir.

Bermacam-macam sistem sudah dikerjakan oleh Raden Arya Wiraraja untuk memisahkan putrinya dari Joko Taruno. Ialah dengan menyembunyikan Sri Gading di sebuah daerah kemudian memagarinya dengan pagar gaib agar mereka tak pernah berjumpa.

Daerah hal yang demikian kemudian diketahui dengan nama Coban Baung, Coban artinya air terjun dan Baung berarti bunyi harimau. Sebab konon katanya di waktu-waktu tertentu tak jarang terdengan aungan harimau di air terjun hal yang demikian. Pada hasilnya dengan usaha yang bersemangat, mereka bisa berjumpa kembali di sebuah daerah yang ketika ini bernama Air terjun Putuk Truno.

Melainkan hasilnya, keduanya sukses meloloskan diri menuju sebuah air terjun, dimana Joko Truno umum bertapa di sana. Daerah itu sekarang dinamakan Air Terjun Putuk Truno. Disanalah cinta mereka bersatu untuk selamanya, oleh sebab itu air terjun yang satu ini disebut juga Air Terjun Keabadian.

Karenanya dari itu timbullah mitos atau kepercayaan barang siapa yang berendam di kolam alaminya akan menerima cinta kekal seperti kisah Joko Truno dan Sri Gading.